Lampu Rem Rp700 Ribu Vespa Sprint

Sudah sekitar sebulanan ini lampu stop alias lampu rem Vespa Sprint saya mati. Kemarin, saya ke bengkel resmi untuk menggantinya. Saya pikir, ah lampu rem doang paling puluhan ribulah. Maklum, lama pake bebek Jepang, harga lampu rem yaaa paling sekitar Rp20 ribuanlah.

Tak dinyana, eh, lampu stop Vespa Sprint ternyata cukup mahal, Rp700 ribu. Kok bisa?

Ternyata, Piaggio tidak menjual lampu stop jenis LED itu secara satuan, tetapi, segelondongan dengan mikanya. Walhasil, jika LED putus, yaa ganti segelondongan dengan mika. Mungkin, itu tidak jadi soal bagi orang-orang di Eropa sana. Tapi di sini, menurut saya, ya nggak masalah juga sih. Siapa tahu, Piaggio memang nggak niat jual Vespa Sprint untuk orang miskin.

Dengar-dengar dari teman-teman penggemar Vespa, hal yang sama juga berlaku untuk lampu sein. Jika putus, ya ganti segelondongan. Harganya? 480 ribu. Itu relatif murah, bagi milioner tentu saja. Tapi kenapa ya, situs otomotif nggak pernah bahas ini? Atau saya aja yang nggak baca?

Saya jadi berandai-andai, mestinya kalau urusan knalpot, orang kita jago bikin versi KW, pasti mereka bisa bikin produk KW untuk lampu-melampu ini. Calon konsumennya banyak karena sungguh banyak pemilik Vespa yang membeli dengan cicilan. Artinya, enggak kaya-kaya amat wkwkwkwkwk.

Kembali ke cerita ganti lampu tadi. Saat mekanik menyebut angka Rp700 ribu, saya spontan bilang “Anjing, mahal amat lampu doang. Kalau mesin gitu gpp dah, rela gue ngeluarin Rp700 ribu. Ini lampu doang. Biarin aja dah, kaga usah diganti.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s