suatu sore

cemas dan kuatir kini jadi pengganti rindu
kita sering kalah–
pada keadaan

di mana lagi bisa kutemui kemesraan?

di pantai di hutan di mercusuar
aku bercumbu dengan masa lalu dan bayang-bayang
kurasai sepi dan damai berganti-ganti

di ujung permenungan, kembali jua aku ke kenyataan
tiada guna ku mengenang

kau masih hidup, bersamaku, di dekatku

Tuhan, tak bisakah kita bernyanyi riang?
melepas keresahan dan menikmati ketakpastian?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s