Review PCX 150 sesudah sebulan

Enggak terasa, sudah sebulan lamanya saya memakai Honda PCX 150, sesudah inden 3,5 bulan. Bagaimana rasanya mengendarai motor ini?

  1. Shockbraker

Kesan saya saat hari pertama memboyongnya pulang dari kantor menuju rumah melalui jalan yang lumayan keriting: shockbraker belakangnya lumayan empuk di jalan Jakarta, tapi terasa mantul-mantul di sepanjang Fatmawati-Pondok Labu-Depok-Citayam. Karena sudah hampir 2 tahun tak naik motor, pinggang terasa pegal juga saat motor dipakai buat harian dari rumah ke kantor dan sebaliknya, dengan masa tempuh rata-rata 1 jam. Akhirnya, pada minggu kedua, saya menyerah. Dan memercayakan urusan peredam kejut kepada YSS Gold Series.

2. Performa mesin

Saya terkesan dengan kehalusan mesin PCX. Ya, tentu saja enggak menutup mata pada keluhan sebagian pengguna yang menyebut mesinnya kerap “ngorok” kalau digas. Menurut saya, keluhan itu berlebihan. Sebab, suaranya terdengar normal saja, dan biasa juga kita dengar di motor sekelasnya, apakah Nmax atau Aerox. Bagaimana dengan akselerasinya? Well, ini adalah motor santai, tapi kadang-kadang kita buru-buru juga kalau sudah hampir terlambat ke kantor. Saya cukup puas dengan tarikan mesin standarnya.

Walaupun, karakternya terasa beda dengan, misalnya, Vespa Sprint 3V yang pernah saya punya. Dalam keadaan sama-sama standar dan baru, tarikan Vespa terasa lebih halus dan dengan demikian juga terasa lebih lemot. Di PCX 150, masih ada hentakan mesin jika kita pelintir gas sampai habis. Oh ya, saat diantar dealer, bahan bakarnya adalah Total RON 95. Sesudah habis, saya mengisinya dengan Pertamax Turbo. Pada pengisian ketiga, saya mencoba Shell VPower. Mana yang paling oke? Menurut saya, jambakan di tarikan bawah paling joss memakai Pertamax Turbo. Jadi, saya konsisten memakai bahan bakar ini.

3. Ergonomi

Dengan tinggi 167cm dan bobot 67Kg, saya masih njinjit saat mengendarai PCX 150. Walau demikian, karena joknya tak selebar Vespa Sprint 3V, area selangkangan tak terlalu cepat panas. Fun to drive. Demikian istilah anak-anak otomotif jika ada kendaraan yang enak dikendarai. Menurut saya, PCX 150 masuk kategori Fun To Drive. Enak banget buat dibawa manuver, walau bodinya lumayan bongsor.

Namun, saat saya membonceng istri, stabilitas bagian depan terasa aga sedikit ngangkat. Dalam hal ini, saya lebih memilih Vespa.

4. Gregel/Geter

Beberapa pengguna Vario 150 dan PCX 150 versi Thailand sudah awam dengan masalah gregel/geter pada tarikan bawah. Sampai dengan 1.000km, saya belum mengalaminya di PCX 150. Menurut teman yang sudah lama memelihara PCX 150 versi Thailand, gejala gregel akan terjadi pada Km 5.000-6.000.

Ini bukan penderitaan pengguna PCX semata. Tanyakan kepada semua pengguna Vespa modern, mereka semua mengalaminya. Solusinya banyak: kanvas kopling custom, beli canvas kopling after market, dsb. Saya sendiri berencana akan memakai Pollini jika gejala gregel mulai datang di PCX 150.

5. Konsumsi BBM

Irit banget. Saat memakai Vespa Sprint, catatan terbaik konsumsi bahan bakarnya adalah 1:25 dengan bahan bakar Shell VPower. Di PCX 150, saya bisa dapat 1:40. Paling jelek 1:35. Padahal, motor ini tak bisa dikatakan lebih pelan dari Vespa Sprint 3V.

Kekurangan

Menurut saya, Honda keliru karena hanya memasang rem ABS di bagian depan. Ya, saya tahu, alasannya untuk menekan harga agar bisa bersaing dengan Nmax dan Aerox. Tapi, mereka lupa, banyak juga konsumen yang mampu membayar lebih mahal. Setidaknya, Honda menyediakan opsi upgrade rem belakang menjadi ABS.

Saya pribadi termasuk penyuka ngerem telat kalau berkendara sendiri. Saat ini, mau tak mau, saya hanya mengandalkan rem depan saja. Dalam keadaan kepepet, saya terpaksa mengerem keras menggunakan rem belakang dan akhirnya bannya ngepot ngepot.  Itu membahayakan pengendara.

Demikian dulu ya. Kalau kepanjangan, nanti buang-buang umur kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s