Saya mencoba Vava Dash Cam dan menemukan beberapa masalah

Delapan bulan telah berlalu sejak saya pertama kali melihat Vava, perusahaan rintisan asal California, Amerika Serikat, mengumpulkan dana di Kickstarter untuk memproduksi dan memasarkan Dash Cam. Akhirnya, setelah penantian cukup lama, kamera dashboard yang sedang jadi buah bibir ini sampai juga di tangan saya, kemarin.

Sedikit informasi, Vava mengirimkan kamera tersebut melalui Belanda menggunakan China Post. Pabrik mereka ternyata berada di Shenzhen. Dan, saya bersyukur, kamera tersebut bisa sampai di Jakarta dengan selamat, tanpa ada masalah di Bea dan Cukai. Waktu pengirimannya cukup lama, kurang lebih 2 minggu.

Tak perlu menunggu lama, siang ini juga saya langsung membuka kota Vava Dash Cam yang mirip dengan kotak smartphone. Di dalamnya terdapat mounting kamera, kamera, kabel, colokan ke lighter mobil, dan juga mounting untuk smartphone. Mengapa ada mounting untuk smartphone? karena Vava Dash Cam menyediakan aplikasi untuk Android dan iPhone, sehingga Anda bisa mengatur kamera tersebut melalui ponsel.

kotak

Sayangnya, Vava hanya menyediakan satu unit kamera yang bisa diputar 360 derajat. Berbeda dengan merek lain, yang biasanya juga menyediakan kamera belakang. Namun, hal ini juga memberikan keuntungan lain, yaitu proses pemasangannya jadi lebih mudah karena kita hanya perlu membuka beberapa bagian di dashboard.

Sesudah selesai dipasang, kamera akan langsung aktif jika kita menyalakan mesin mobil. Agar bisa dikendalikan melalui aplikasi di smartphone, Vava Dash Cam harus terlebih dahulu terhubung dengan smartphone melalui WiFi. Jika sudah terhubung, kita bisa merekam perjalanan atau memotret situasi di depan mobil. Kita juga bisa memotret diri sendiri dengan cara memutar lensa kamera. Prosesnya cukup mudah dan sederhana. Saya yang belum pernah menguji kamera dashboard sekali pun, tak mengalami kendala berarti. Oh ya, kendalanya hanya satu, yaitu memasang kabel agar rapi melewati dashboard. Untuk itu, saya meminta bantuan teknisi di bengkel audio mobil.

Dalam paket yang saya terima, Vava Dash Cam sudah dilengkapi memory internal 32GB. Dalam pengujian secara sekilas di siang hari, saya cukup puas dengan performa Vava Dash Cam karena gambarnya cukup jernih, resolusinya Full HD.

Fitur unggulan Vava Dash cam adalah ia bisa merekam secara otomatis ketika mendeteksi ada goncangan di mobil. Sensor goncangan ini bisa kita atur pada skala standar, medium sampai high. Durasi rekaman tersebut bisa kita atur juga antara 1-3 menit.

Sayang sekali, Vava Dash Cam tidak memungkinkan pengguna untuk terus-menerus merekam video sepuasnya. Mereka membatasinya hanya sampai 3 menit. Padahal, fitur semacam ini akan sangat berguna dan menarik bagi VBlogger. Semoga saja ada update firmware dalam waktu dekat, sehingga benda ini lebih menarik bagi semua kalangan, utamanya VBlogger dan reviewer mobil.

Seperti perangkat lain yang mengandalkan koneksi internet, Vava Dash Cam pasti akan mengalami kendala jika kita memasuki area yang tak terjangkau internet. Fitur kedua yang juga diunggulkan Vava adalah kamera pengawas saat kendaraan sedang parkir. Ia bisa otomatis merekam kejadian ketika mendeteksi mobil ditabrak oleh mobil lain. Ini bisa menjadi bukti kuat jika Anda hendak menempuh jalur hukum ketika mengalami insiden di jalan.

Sayangnya, agar fitur ini bisa berjalan maksimal, Vava Dash Cam membutuhkan power bank terpisah. Sebab, kamera akan otomatis mati ketika mesin mobil dimatikan. Fitur unggulan selanjutnya adalah, berbagi foto dan video ke Instagram, Twitter, dan Facebook secara langsung dari aplikasi. Uniknya, kita bisa mempercantik foto hasil tangkapan Vava dengan filter yang sudah tersedia di dalam aplikasi.

Oh ya, untuk menjaga pengguna tetap konsentrasi ketika berkendara, Vava Dash Cam dilengkapi semacam remote control untuk memotret atau mulai merekam video. Remote ini bisa ditempelkan di lingkar kemudi.

depan

Jika berminat, Anda bisa memesan Vava Dash Cam melalui internet dengan harga retail USD199.

NB: Saya hanya menggunakan Vava Dash Cam selama sepekan karena ada masalah pada mounting. Jadi, kamera akan copot daru gantungannya di kaca depan mobil. Mountingnya memang cacat produksi. Vava sudah mengirimkan gantinya dari Belanda.

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s