Yang Saya Tunggu dari ZenFone 4

ASUS akan merilis ZenFone 4 pada 17 Agustus mendatang di Taipei. Sebagai pengguna ZenFone sejak generasi pertama, saya cukup penasaran, hal baru apa gerangan yang akan mereka suguhkan?

DNA yang tetap dipertahankan ASUS sejak kelahiran ZenFone ada dua: performa ok dan harga terjangkau. Satu lagi yang juga penting adalah variannya banyak dan tersedia di kelas entry level sampai middle-high.

ZenFone 4 2

Namun, seiring perjalanan waktu dan meraih kesuksesan di Indonesia, mereka mulai berupaya menaikkan kasta ZenFone. Caranya, merilis ZenFone 3 Deluxe yang dipersenjatai RAM 6GB dan prosesor Snapdragon 821.

Meski demikian, kita bisa melihat secara kasat mata bahwa ASUS tak terlalu serius mendorong penjualan ZenFone 3 Deluxe. Kehadirannya cenderung sebagai simbol saja, dan barangkali juga “testing the water” alias melihat reaksi konsumen. Langkah itu wajar karena menjual ponsel kelas high end memang bukan hal mudah. Konsumen terlanjur melekat pada iPhone atau Samsung. Tapi, bukan berarti tak ada celah sama sekali. Kita bisa melihat fenomena Huawei P9 dan P10. Duo ponsel yang menyandang nama Leica di kameranya itu diminati banyak kelas menengah atas, walau keberadaannya cukup langka karena terganjal isu Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Kembali ke ZenFone 4, ASUS telah membocorkan beberapa hal mengenai ponsel ini, dan sudah diberitakan media, baik dalam maupun luar negeri. Pertama, ia akan mengikuti tren dual-camera di bagian belakang. Kemungkinan besar, ASUS akan meningkatkan kualitas kamera ZenFone 4 dari yang sudah kita kenal di ZenFone Zoom S. Isu kedua, ZenFone 4 akan diperkuat prosesor Snapdragon 660.

Secara pribadi, saya berharap beberapa hal ini akan hadir di ZenFone 4:

1. Lebih sedikit bloatware

Sudah saatnya ASUS mengurangi bloatware di seri ZenFone. Samsung sudah melakukan itu sejak merilis Galaxy S7.

2. Memperbaiki kualitas kamera zoom atau tele
Saya sudah menjelaskan masalah ini dalam artikel ZenFone Zoom S. Kualitas kamera untuk zoom tidak sama dengan kualitas kamera utama. Yang paling menyolok adalah bukaan rana yang cukup njomplang dan fitur OIS. Akibatnya, hasil foto kamera zoom sering terlihat noise.

3. Kapasitas baterai besar
Kegiatan memotret menggunakan ZenFone 4 akan lebih asyik jika didukung baterai tahan lama, minimal berkapasitas 4.000mAh.

4. Lebih cepat, lebih ringan, lebih tipis.

Salah satu bentuk kemajuan engineering di smartphone adalah ketiga hal di atas. ASUS harus bisa menunjukkannya.

5. OS yang lebih stabil
ZenFone Zoom S yang saya pakai sudah menjalankan Android 7.1.1 Nougat. Performanya beberapa kali ngadat. Kedua, sensor cahaya tidak berfungsi saat kita membuka Gallery. Kebetulan saya suka membuka ponsel dalam keadaan cahaya redup di kamar. Karena itu, saya biasanya menurunkan tingkat kecerahan layar ke titik terendah dan mengaktifkan Bluelight Filter. Tingkat kecerahan layar ini tidak berfungsi baik saat membuka Gallery. Singkatnya, layarnya terlalu terang dan silau.

6. Layarnya tetap 5,5 inci
Menurut saya, ukuran layar 5 dan 5,5 inci adalah yang paling ideal untuk rata-rata orang Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s