All New Terios dan Wartawan Otomotif yang Tersinggung, Pesan untuk PR

Berita “Perselisihan Jurnalis Otomotif dengan Daihatsu Indonesia” ramai didiskusikan kalangan wartawan, baik secara terbuka di Facebook maupun secara tertutup di grup WhatsApp, dalam dua tiga hari belakangan ini. Untuk Anda yang belum baca, intinya adalah Forum Wartawan Otomotif merasa tersinggung karena Daihatsu lebih dahulu memberikan kesempatan untuk mengetes All New Daihatsu Terios kepada sejumlah Key Opinion Leader (KOL) alias influncer, seperti Fitra Eri, Motomobi, Arief Muhammad, dan Imam Darto. Jika dilihat sekilas, enggak ada yang salah kan dengan kebijakan itu? Iya kalau sekilas memang begitu. Tapi nyatanya ada yang tersinggung dan kekuatan mereka enggak bisa diremehkan.

Ya, seperti topik apa pun di dunia ini, sudah pasti ada pro dan kontra. Namun, lepas dari siapa yang salah dan benar, ada pelajaran penting dan mahal buat praktisi Public Relations, Media Relations atau apa pun namanya yang terkait dengan media di Indonesia.

  • Lain lubuk, lain ikannya

Peribahasa ini sudah diajarkan nenek moyang kita sejak dulu. Orang zaman now bilang: adaptasi. Artinya, apa yang berhasil di suatu tempat, belum tentu cocok di tempat lain karena situasi dan kondisinya berbeda. Hanya karena Apple lebih mengistimewakan YouTuber ketimbang media untuk me-review iPhone 8, iPhone 8 Plus, dan iPhone X, bukan berarti strategi itu cocok di Indonesia.

Dalam kasus Daihatsu, misalnya, sudah sangat jelas, media enggak bisa dinomorduakan dibanding influencer. Mengapa? Anda yang pernah berhubungan dengan wartawan otomotif pasti tahu, komunitas mereka sangat solid dan sudah lama berhubungan baik dengan pabrikan. Jadi, hanya karena influencer sedang naik daun, tak berarti media bisa di-gampangkan. Tak usah banyak bacot soal teori profesionalisme jurnalis, apa tugas jurnalis, dan tetek bengek lain. Lihat kenyataan saja bahwa jika Anda terkesan menyepelekan kelompok jurnalis yang sangat solid dan berjasa (award dari jurnalis dijadikan bahan jualan saban tahun bukan?) terhadap jualan Anda, mereka akan tersinggung.

  • Koordinasi

Sejauh yang saya tahu, sudah awam sebuah perusahaan memisahkan antara PR dengan Digital Marketing. Urusan influencer ini, di beberapa perusahaan, biasanya ditangani tim Digital Marketing. Namanya juga digital, biasanya juga timnya baru. Dalam kasus Daihatsu, bisa jadi urusan teaser All New Terios memang ditangani tim Digital Marketing yang merasa sudah punya konsep canggih lalu selonong boy tanpa koordinasi dengan tim PR yang sudah terbiasa mengelola jurnalis. Akibatnya? ya lihat sendiri, rame.

  • Biarlah ketaksetaraan jadi rahasia dapur

Yes yes yes. Jurnalis juga tahu, ini adalah era kejayaan influencer. Mereka terkenal, berpengaruh, dan mahal. Influencer yang dipakai Daihatsu di atas, setahu saya, ada yang tarif per video lebih dari Rp100 juta. Tapi, memamerkan bahwa Anda kini punya kesayangan di depan umum adalah kepolosan yang enggak perlu. Dan lagi, itu adalah cara pikir yang sangat pendek. Why?

Begini, influencer itu umumnya membuat konten dengan 3 patokan saja: mereka suka, follower mereka suka, mereka dibayar untuk itu. Sementara, produk Anda mungkin akan bertahan hingga 10 tahun ke depan. Bisakah Anda bayangkan jika pada tahun pertama, kedua atau kelima, ada masalah besar, langsung atau tidak langsung yang berdampak pada citra merek Anda? Kemana Anda akan bersandar?

Contohnya: Masih ingat kasus Xenia Maut? Media baru berhenti menyebut kasus ini Xenia maut dan menggantinya menjadi kecelakaan maut sesudah Daihatsu memohon-mohon.

Atau, siapa yang tahu bahwa akan ada produk cacat, menyebabkan orang celaka, lalu dikupas habis-habisan oleh media?

Sebagaimana jika dua lembaga negara bersitegang, seperti KPK-Polri di era Kepemimpinan SBY, solusi dari masalah semacam ini adalah win-win solution. Apa susahnya sih memberi kesempatan juga kepada media untuk melakukan uji coba produk baru, lalu meminta mereka embargo berita sampai tanggal yang ditentukan?

Semoga kasus di dunia otomotif ini juga menjadi pelajar bagi PR di industri lain, terutama teknologi dan kecantikan, yang juga sedang keranjingan memakai influencer.

Untuk yang tetap berteori: tapi kan media seharusnya begina beginu, pesan saya satu: woii bangun, lihat kenyataan.

Advertisements

One thought on “All New Terios dan Wartawan Otomotif yang Tersinggung, Pesan untuk PR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s